Jumat, 08 Maret 2013

Agama dan Etika Islam

Agama adalah prioritas paling utama dalam hidup saya. Islam menjadi landasan di segala aspek kehidupan saya. Di setiap perbuatan yang saya lakukan, di setiap perkataan yang saya ucapkan, di setiap langkah yang saya lalui, saya selalu menjaga agar tidak pernah terlepas dari ajaran Islam. Saya berusaha untuk selalu mengingat Allah SWT di setiap langkah menjalani kehidupan ini. 

Namun, saya adalah seorang manusia biasa, penuh kekurangan, tidak berdaya. Semua yang saya jalani adalah sebuah proses, yaitu proses belajar. Dalam prakteknya, sangat sulit untuk benar-benar meresapi sepenuh hati makna berTuhan dan konsisten dengan amalan-amalan untuk menerapkan Islam sebagai landasan kehidupan. Apa yang sudah saya punyai, dalam hal ini pengetahuan dalam belajar, tidak ada apa-apanya dibanding segala kuasa yang Allah SWT telah tunjukkan dalam berbagai bentuk di kehidupan kita. Yang bisa saya lakukan adalah terus belajar dan belajar untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, hingga akhirnya saya bisa mendekati kondisi dimana Islam benar-benar telah melekat secara kuat dalam sanubari . 

Banyak cara yang bisa ditempuh untuk proses belajar ini, salah satunya adalah dengan mengikuti perkuliahan Agama dan Etika Islam, seperti yang sedang saya jalani saat ini. Walaupun hanya berbobot 2 sks (2 jam perkuliahan dalam 1 minggu), banyak manfaat yang bisa saya ambil. Saya tidak menganggap ini adalah kewajiban sebagai mahasiswa saja, melainkan sebuah kebutuhan. Yaitu kebutuhan untuk menjalani proses belajar untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT seperti yang telah disebutkan di atas.

Rabu, 30 Desember 2009

‘Kejahatan’ Sebuah Film

8.00 pm..

I’m so sleepy. Not usual. Maybe it’s caused by so many tears that fell this afternoon. So, my eyes got tired.

Yeah, that movie. This afternoon, my family and I watched “Sang Pemimpi” at CS. A movie that is based on a true-story novel of Andrea Hirata. He’s a very good writer (although it’s not his job), his words are very beautiful, hypnotic, and have high-quality.

“Sang Pemimpi” is the sequel of “Laskar Pelangi the Tetra logy”. I’ve read all the novels. I think “Sang Pemimpi” is the best one. I like this novel very much. It tells us about dreams, friendship, a poor and hard life, teenager naughtiness, and so on. This novel is very touched, and also has so many funny things that can make us laugh terpingkal-pingkal. So, we’ve been waiting for this movie for so long.

Before I thought the movie wasn’t as good as the novel (like the other story). I thought I would just be touched and not cry. But, I was totally wrong! This movie is very 'criminal' (everything that makes someone cries and hurt is criminal: crazy person's think). I cried. This movie has hurt me. It has defeated my hypothesis. Hey movie! You are very mean.You are so cruel. You made me melted. You made me lost my words. I cried! Even there were so many tears. I couldn't prevent it, I couldn't stop it. I never cried while watching movie. But not this time. This movie touches me, touches everyone. Two thumbs up for “Sang Pemimpi” :D.

Keep dreaming.

Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu


(kami selaku penulis menyatakan baru sekarang nonton film nya karena pengen nunggu sepi dan pengen nonton bareng sepupu yang baru sembuh) :) ga penting

Sabtu, 26 Desember 2009

Mau baca "George's Secret Key To The Universe"

Hmmm.

TADINYA mau lanjutin "George's Secret Key To The Universe"..
(I read that book months ago, but haven't finished yet, 1/4 part left, nanggung..>_<)

BUT, terlena oleh rayuan facebook, terbuai oleh blogging, pokoke bcoz si MAYA punya DUNIA lah..

FINALLY, I chose to get stuck in this chair in front of this 14 inch screen for kesekian kalinya on this day (if I count, maybe I've spent half day sitting on this chair..T_T..bukan apa2, khawatir akan ambeien..:P)

24 Desember 2009

Pagi itu seluruh jalan di Pekanbaru dipadati oleh kendaraan bermotor. Pada salah satu mobil, melalui kaca jendela yang transparan tampak seorang anak lelaki berseragam putih merah sedang bercakap dengan kedua orang tuanya yang duduk di depannya. Sang ayah berpakaian sangat rapi, begitu juga dengan sang ibu. Seakan-akan tiada hari yang lebih penting dari hari itu.
Walaupun berbeda arah dan lokasi, seluruh mobil itu menuju ke suatu tempat yang bernama sekolah. Ya, dari SD sampai SMA pada umumnya hari itu mengadakan terima rapor.

Di SMA ku, SMAN 8 Pekanbaru, terima rapor diadakan jam 10 pagi. Aku berangkat jam 9 bersama kedua orang tuaku. Di depan beberapa SD yang kami lewati, kulihat seorang ayah sedang berjalan bersama anaknya sambil membawa sebuah buku bersampul biru dengan wajah bangga.
Sampailah aku di sekolah. Aku langsung menuju kumpulan teman-temanku, sementara orang tuaku berkumpul dengan orang tua murid yang lain.
Hari itu memang sangat menegangkan. Rapor itu adalah rapor pertamaku selama bersekolah di sini. Dan setelah pengumuman dibacakan di luar, barulah aku merasa lega. Alhamdulillah.
Sebagai seorang anak SMA, tentunya aku sudah terbiasa dengan tata cara dan suasana di kala hari penerimaan rapor. Namun, terima rapor kali ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Hari itu adalah hari yang penuh air mata kebahagiaan serta air mata kekecewaan. Di atas sana, di bangunan berwarna putih yang terletak di barisan paling depan SMAN 8 Pekanbaru, di saat kami berkumpul di luar kelas, menunggu orang tua mengambil rapor, banyak kenyataan yang tejadi di sekitarku.
Salah seorang temanku ingin loncat dari balkon karena tak menyangka bahwa hasil yang diperolehnya akan sebagus itu. Aku turut senang. Selamat ya :D.
Salah seorang yang lain, berjalan dengan ibunya dengan wajah bahagia, dan dengan penuh syukur ia menyebutkan rankingnya. Selamat :)
Namun, di sampingku berdiri seorang anak yang sedang menyembunyikan mukanya yang basah oleh air mata. Sepertinya temanku itu sedang menahan sesuatu yang panas, sakit, yang tidak enak, yang berasal dari dalam hatinya. Dunia seakan porak-poranda di dalam pikirannya, ia merasa tenggelam, terpuruk, sakit, hancur dalam dunia itu. Suara ringisan tangis itu semakin kuat. Sungguh tak kuat aku melihatmu teman. Saat itu, ingin rasanya kubawa kau ke suatu tempat di mana kau bisa melepaskan semua beban dan masalahmu itu, ingin rasanya kulakukan apapun agar kau bisa bisa keluar dari dunia itu. Namun, di kala itu aku hanya bisa menabahkanmu, memelukmu, dan menyuruhmu menangis lebih keras jika itu membuatmu lebih baik. Mari mulai hidup baru, mari perbaiki semuanya, kita masih punya waktu kok :D and with togetherness, yes we can. Kau hebat:D
Kemudian, datanglah seorang anak berjilbab yang baru saja berbincang dengan ibunya mengenai hasil yang diperolehnya. Dengan wajah kecewa ia menghampiriku. Lalu, menangis. Rankingnya memang di luar perkiraanya, serta perkiraan kami semua. Yang bikin lebih sakit hati lagi, rankingnya lebih rendah satu nomor dari nomor ranking yang dia kira paling minimal dia dapat. "Minumlah, mugkin akan membuatmu lebih baik", kata ku. Lalu menenangkannya. "Bersyukurlah. Ranking bukan segalanya dan kami tau ko bisa jauh lebih baik dari itu. Ko masih muda, jauh lebih muda daripada kami, tapi ko tau? Sebenarnya ko adalah saingan yang berat dan kami takuti. Mungkin ko butuh lebih giat lagi, dan lebih sadar bahwa segala sesuatu diatur Tuhan, Tuhan akan memberikan sesuatu yang setimpal pada kita, coba instropeksi.":)

Hmm, begitulah. Dan masih banyak kejadian lainnya.
Terima rapor kali ini banyak membuatku belajar, baik dari diri sendiri maupun dari orang lain.

The Lost Children

We pray for our fathers, pray for our mothers
Wishing our families well
We sing songs for the wishing, of those who are kissing
But not for the missing

Chorus 1

So this one's for all the lost children
This one's for all the lost children
This one's for all the lost children, wishing them well
And wishing them home

When you sit there addressing, counting your blessings
Biding your time
When you lay me down sleeping and my heart is weeping
Because I'm keeping a place

Chorus 2

For all the lost children
This is for all the lost children
This one's for all the lost children, wishing them well
And wishing them home

Home with their fathers,
Snug close and warm, loving their mothers
I see the door simply wide open
But no one can find thee

Chorus 3

So pray for all the lost children
Let's pray for all the lost children
Just think of all the lost children, wishing them well
This is for all the lost children
This one's for all the lost children
Just think of all the lost children
Wishing them well, and wishing them home

Jumat, 25 Desember 2009

'Puk' for my little cousin

My cousins (from Jambi) are visiting us now.
Now, we're talking about Ziehan Zaviera (1,6 years old), the younger sister of Chiara Aurellia.
U know, it's so hard to feed a baby. Tp, kalo untuk cemilan, apa aja dia lahap biasanya. Nah, bagi baby yg satu ini, her favorite snack is...................
ALL KINDS OF KERUPUK!!!.
And last night, dedek Ziehan was eating. As usual, ya lasak lah, ya merengek lah, ya ngambek lah, ya mintak gendong lah. Sebagai kakak yang baik hati dan sayang anak(lo?adek maksudnya), I helped si mbak to feed her. And tibalah saatnya when Ziehan mengarahkan kedua tangannya to me, which means mintak gendong.waaaaaa..(tp untung aja I mantan kuli angkut avtur di pasar gentleman and lady(cik puan)).. Selama I gendong, she malah bacame more harder to be fed. walaaah. Tunjuk sana tunjuk sini (asking me to bring her there), "num" (asking for drink), and terakhir "Puk..puk..puk". I said, "Puk..puk.. apa?", "do u mpup (producing feces)?". "Puk..puk", then she pointed at a toples kerupuk on the dining table. "Oh, kerupuk toh". I gave her one, then i said "Ini?", "Ya..ya(baby's style)", she said sambil seneng kegirangan. Langsung deh, yang tadinya lasak jadi diem just because of kerupuk.
And, usually dia bisa minta tambah berkali-kali lo.ckckck.


Paragraf Kausalitas

That morning, we studied Bahasa Indonesia.
Our topic was "Paragraf Argumentasi" with the sub topic "Paragraf Kaukalitas(Hubungan Sebab Akibat)". Our teacher gave us an exercise to make one paragraph based on that topic. SO, each of us started thinking hard to get the craziest idea. There are so many possibilities to make. These are several things about us:
Finally I wrote paragraph about the effects of using motor vehicle. But, this is not sembarang paragraph, i wrote, just because using motor vehicle, this world can be threaten of EXTINCTION. Then this's Nurul's idea, Nurul said that people who are eating bananas can die. Iya, kalo pas lagi makan ketabrak truk (hahahahahahahahhaha..garing :P). Trus, there's something lawak about si FS. Kan yang disuruh only one paragraph, eh dia malah buat satu judul karangan yg berisi so many paragraphs (emang dasar tukang nulis ato kerajinan ato ga denger penjelasan ibuk ya?ehm.hhe). Lalu, Mamadi. Si genius ini made a paragraph about "The Effect Of Habisnya Bahan Dasi Polkadot". Kayaknya ini merupakan curahan hati seorang SMAN 8 student who's really dissapointed bcoz ga bisa make indahnya dasi polkadot yang menjadi kebanggaan SMAN 8 years to years. (Gini lo, 2 angkatan terakhir ini harus make dasi yang lebih mirip dasi SMP karena bahan polkadotnya habis, including us T_T). And so many ideas..
See ya..